Minggu, 18 April 2010



SAN FRANCISCO, KOMPAS.com
- Untuk melawan aktivitas para predator maya yang banyak mengincar anak-anak dan gadis muda, Facebook membuka Safety Center. Di layanan ini tersedia informasi menyeluruh dan kiat-kiat bagi anak, orangtua, aparat penegak hukum, dan para guru untuk menghindari jebakan para penjahat di dunia maya tersebut.

Ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Safety Advisory Board pada Desember 2009 lalu. Melalui organisasi tersebut, Google berupaya mengatasi pelecehan di internet dengan menjalin kerja sama bersama sejumlah organisasi yang peduli seperti Common Sense Media, ConnectSafety, WiredSafety, Childnet International, dan The Family Online Safety Institute.

"Kami ingin pendekatan untuk meningkatkan rasa aman bisa dilakukan secara sederhana, mudah, dan efektif," ujar Elliot Schrage, eksekutif Facebook dalam pernyataannya, Rabu (14/4/2010).

Dalam Safety Center tersebut diberitahukan banyak hal secara deskriptif menghadapi para predator maya. Misalnya kiat praktis mengenali mereka, tindakan yang harus diambil begitu mendapat ancaman, dan bagaimana cara menghindarinya. Di sana juga tersedia link untuk melaporkan pengguna Facebook yang terindikasi predator.

Banyak kasus, anak-anak menjadi korban rayuan para pedofil. Tak jarang di antaranya yang berakhir tragis dibunuh pelaku. Gadis muda juga sering menjadi korban para 'penjahat kelamin' yang memanfaatkan Facebook dengan berpura-pura menjadi orang baik-baik.

Selasa, 09 Februari 2010

Lindungi Anak dari Bahaya Dunia Maya, Komunikasi Kuncinya



Jakarta
- Dunia maya yang tanpa batas menyimpan bahaya, utamanya buat anak-anak dan remaja. Untuk melindungi anak dari bahaya dunia maya, perlu keterbukaan komunikasi antara orang tua dan anak.

Terdengar klise memang. Namun, sebenarnya itulah kuncinya.

"Sebetulnya anak harus diperkenalkan, apa sih bahayanya internet. Tekniknya apa, tetap saja yang paling penting komunikasi orang tua dengan anak. Bagaimana membuat anak nyaman di rumah, membuat hubungan dengan ortu baik," ujar psikolog anak dari Yayasan Kita dan Buah Hati, Rani I Noe'man.

Hal itu disampaikan Rani saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/2/2010).

Rani menambahkan bila hubungan anak dengan orang tuanya baik, maka anak akan terbiasa mengobrol dengan orang tuanya dan berbagi rasa tentang baik buruknya sesuatu.

"Manusia sebenarnya punya insting, ini baik atau buruk. Dengan insting ini dengan adanya hubungan anak-orang tua, anak bertanya dulu sama orang tuanya. Intinya adalah pengasuhan. Kalau itu terbangun hal-hal seperti itu tak semestinya terjadi," ujar dia.

Sementara menjauhkan anak dari internet dan kemajuan teknologi lainnya, tidak mungkin. Karena anak-anak zaman sekarang memang terlahir dari lingkungan yang serba memakai teknologi.

Orang tua, lanjutnya, diimbau sebaiknya jangan menyerahkan pendidikan anaknya pada sekolah. Karena bagaimana pun juga pendidikan anak itu adalah tanggung jawab ibu dan anaknya. Apalagi, anak baru gede (ABG) yang jiwanya masih labil.

"Anak seperti itu biasa mencari identitas diri, ingin diakui merasa jadi anggota dari sebuah kelompok, ingin dianggap seperti orang dewasa. Ada predator di internet, mereka (predator) sudah mempelajari cara orang Indonesia mengasuh anaknya, mereka tahu kekurangannya," tegas Rani.

Marietta Nova Triani (14) berkenalan dengan pacarnya Febriari alias Ari (18) melalui Facebook. Nova yang berasal dari Sidoarjo dibawa kabur pacarnya saat Nova bertamu di perumahan BSD, sejak tanggal 6 Februari 2010 lalu. Nova dan Ari ditemukan polisi di Jatiuwung, Tangerang.
(nwk/nrl)

Sisi Buruk Facebook Selesai Visum, Nova Tinggalkan RSCM Pukul 05.00 WIB

Jakarta - Marietta Nova Triani atau Nova (14) menjalani pemeriksaan di RSCM setelah ditemukan sejak hilang 3 hari. Nova sudah meninggalkan RSCM pada Selasa 9 Januari 2010 pukul 05.00 WIB.

"Memang ada pasien yang melakukan pemeriksaan di RSCM. Namanya Nova. Menurut data yang saya dapat, dia sudah meninggalkan RSCM dari pukul 05.00 WIB," kata Humas RSCM, Nata Amban, di RSCM, Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2010).

RSCM merahasiakan hasil pemeriksaan Nova. "Untuk hasilnya seperti apa, itu bukan urusan kami. Silakan tanya ke pihak Kepolisian," ujar Nata.

Nova menghilang sejak 6 Februari 2010 lalu setelah dibawa kabur pacarnya, Febriari alias Ari. Mereka berkenalan lewat Facebook.

Ari membawa kabur Nova sejak Sabtu 6 Februari lalu. Muda-mudi ini ditemukan polisi di sekitar RM Nelayan Tangerang, Senin sore.

(aan/nrl)

Minggu, 01 November 2009

Diburu Polisi Malaysia di Facebook, Benny dan Mice Santai



Jumat, 30 Oktober 2009 | 17:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kartunis Benny dan Mice tak ambil pusing disebut-sebut sedang diburu polisi Diraja Malaysia akibat dituding menyebarkan fitnah di Facebook. Hal tersebut ditegaskan Benny Rachmadi, nama asli Benny, salah satu pasangan kartunis yang karyanya menghiasi surat kabar Kompas setiap hari Minggu.

Sebelumnya, surat kabar New Strait Times Singapura melansir informasi bahwa pengguna Facebook dengan nama Benny Mice tengah diselidiki polisi Malaysia. Benny Mice yang diduga orang Indonesia dilaporkan Menteri Besar Datuk Seri Dr Md Isa Sabu karena dituding menyebarkan fitnah bahwa ibunya meninggal karena HIV/AIDS.

"Saya sih cuekin saja, apa urusannya? Aku sendiri enggak main Facebook. Kalau Mice memang punya pribadi," ujar Benny saat dihubungi Kompas.com, Jumat (30/10). Ia mengaku banyak yang mencatut nama Benny dan Mice di situs jejaring sosial Facebook.

Namun, hanya ada satu akun yang sekaligus sebagai halaman untuk penggemar Benny & Mice. Akun tersebut dikelola Kelompok Penerbit Gramedia (KPG) yang selama ini menerbitkan buku-buku kumpulan kartun kedua kartunis tersebut.

"Kalau akun Benny Mice di Facebook ada banyak. Kebanyakan mungkin dibuat oleh penggemar Benny & Mice, tapi ada satu yang buatan KPG yang ada foto kami berdua sedang berdiri. Jadi, kalau ada berita begini, kita tidak bisa ngontrol siapa yang bisa bikin," ujar Benny.

Benny juga memastikan bahwa ia dan Mice selama ini tak pernah main politik, apalagi urusan pribadi seseorang. "Prinsipnya, Benny & Mice nyantai aja. Seperti yang di Kompas itu aja, yang sehari-hari dan ringan," tegasnya.

WAH